Lebak – Kamis (23/4) Co-Working Space (CWS) Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Lebak menggelar rapat koordinasi secara daring melalui platform Zoom yang diikuti oleh seluruh penyuluh pertanian lapangan, baik berstatus PNS maupun PPPK. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi terkait pengelolaan administrasi kepegawaian di lingkungan penyuluh pertanian.
Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis, terutama terkait persiapan dokumen administrasi yang diperlukan oleh para penyuluh. Beberapa di antaranya meliputi pengajuan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala (KGB), pencantuman gelar, pengurusan pegawai yang memasuki masa pensiun, hingga perbaikan Surat Keputusan (SK) yang masih memerlukan penyesuaian.
Dalam pelaksanaannya, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Lebak bersama Ketua Perhiptani Lebak turut berperan aktif dalam memfasilitasi kebutuhan para penyuluh. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyediaan sistem unggah dokumen berbasis website Perhiptani Lebak yang terintegrasi dengan layanan penyimpanan digital Google Drive. Dengan sistem ini, para penyuluh dapat mengunggah berkas secara lebih mudah, terstruktur, dan terdokumentasi dengan baik.
Langkah digitalisasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus meminimalisir risiko kehilangan atau kerusakan dokumen fisik. Selain itu, proses verifikasi dan pengolahan data kepegawaian juga dapat dilakukan secara lebih cepat dan transparan.
Pentingnya penataan administrasi kepegawaian menjadi salah satu poin utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut. Administrasi yang tertib dan terorganisir tidak hanya mendukung kelancaran proses pengajuan hak-hak pegawai, tetapi juga mencerminkan profesionalisme penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian di daerah.
Dengan adanya koordinasi yang solid serta dukungan sistem digital yang memadai, diharapkan seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Lebak dapat lebih siap dalam memenuhi persyaratan administrasi secara tepat waktu dan akurat. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan penyuluhan pertanian kepada masyarakat. (-LA-)

